JANGJAWOKAN
ONTOLOGI
Jangjawokan adalah bahasa Sunda, disebut juga Jampi Aji-aji dalam bahasa Jawa. Jangjawokan adalah semacam upacara yang bacaannya campuran anatara bahasa Arab, Sunda, dan Jawa. Isi kalimatnya mirip mantra, ia biasanya isusun dalam bentuk syair.
Jangjawokan merupakan ucapan atau kalimat yang bila diucapkan diyakini memiliki kekuatan magis tertentu. Asal usul jangjawokan tidak jelas darimana dan siapa yang mula-mula mengajarkannya. Yang unik setiap daerah di Indonesia (mungkin juga di tempat lain) terdapat jangjawokan dengan istilah bermacam-macam dan isi kalimat mantranya yang berbeda-beda pula menurut daerah masing-masing.
Di daerah Sunda jangjawokan kelihatanya berupa doa untuk keperluan tertentu, seperti agar lulus ujian, agar dagangannya laris, agar dicintai seseorang (sama halnya dengan pelet), agar jadi pemberani, agar musuh takut, dan lain-lain.
EPISTEMOLOGI
Bacaan jangjawokan biasanya diajarkan oleh guru dari mulut ketelinga (secara lisan) dengan situasi tidak formal. Lafal-lafal bacaannya dihapalkan dengan meniru ucapan dari guru, biasanya orang datang kepada guru tatkala memerlukannya saja. Misalnya, seseorang mendapat tantangan (fisik) maka ia akan datang kepada guru minta diajarkan bacaan agar penantang itu takut.
Agar bacaan dari guru berkhasiatampuh( Sunda : matih) diperlukan terpenuhinya syarat-syarat tertentu, seperti puasa wedal (puasa hari kelahiran), puasa 3 hari berturut-turut, puasa mutih, kadang-kadang dengan tapa, dan lain-lain sesuai dengan petunjuk dari guru. Bagi mereka yang telah dibekali dengan bacaan jangjawokan ada pantangan yang tidak boleh dilanggar, seperti tidak boleh melewati kali, tidak boleh menyembelih hewan, tidak boleh makan kelapa muda, tidak boleh makan sate yang dipanggang dan lain-lain sesuai petunjuk guru.
Berikut adalah petunjuk tentang mempelajari ilmu ini dan cara menggunakannya, di ambil dari makalah Muchtaram
- Sebelum menjalankan atau mengamalkan ilmu ini sebaiknya kita memilih lebih dahulu jampi atau doa atau ucapan yang paling tepat sesuai dengan tujuan kita dan sesuai dengan kemampuan kita melaksanakannya, terutama yang menyangkut persyaratan.
- Mandi keramas, agar bersih dari hadas besar dan hadas kecil.
- Niat harus bulat, konsentrasi, juika jampinya asihan maka harus membayangkan wajah orang yang di inginkan seoalah ada di hadapan kita.
- Menjalankan puasa harus dengan petunjuk guru
- Jika sudah puasa dan bacaan sudah hapal, dianjurkan mengadakan selamatan yaitu menyediakan makanan sesuai petunjuk guru, biasanya nasi gurih dengan ayam putih, ikan dengan warna tertentu atau telur dengan jumlah tertentu semuanya sesuai petunjuk guru
- Jika dalam pelaksanaan persyaratan itu mendapat godaan sehingga batal, maka harus sabar dan mencoba lagi.
AKSIOLOGI
Kelihatanya jangjawokan digunakan untuk hal-hal yang baik, namun agak sulit menempatkan jangjawokan apakah termasuk ilmu putih atau ilmu hitam.
Menurut Kadim ( sumber Muhtaram) ilmu jangjawokan dapat digunakan untuk berbagai hal kebutuhan tergantung pada jenis bacaannya antara lain:
- Agar dikasihi orang, pembesar
- Agar dicintai orang (seperti pelet)
- Untuk menyembuhkan penyakit
- Agar disegani atau ditakuti dan lain-lain.
Selanjutnya Kadim menyatakan bahwa ilmu ini tidak akan berkhasiat bila digunakan untuk tujuan yang tidak baik atau diperjual belikan secara materi. Menurut nenek Nacih begitu juga katanya bila dimintai pertolongan haruslah diberikan dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan apa-apa seandainya doanya dikabulkan.