ONTOLOGI
Secara etimilogi kata sihir dari bahasa Arab bentuk mashdar kata kerja sahara-yasharu yang memiliki arti sesuatu yang sumbernya lembut atau halus ( Louis Ma'luf fi al- lughah wa al-alam, 1975:323).Selain makna bahasa diatas, kata sihir secara bahasa juga berarti al-sharfu (membelokkan) maksdunya membelokkan sesuatu dari kenyataan yang sebenarnya ke sesuatu yang bukan sebenarnya (Ibnu Mandzur jamaluddin al-Anshari, lisan al-Arab, juz 6 tt :12). Arti lain sihir ialah istikhdam al-arwah, menggunakan roh ( Elias, Modern Dictionary english arabic,1968 :432 ).
Berdasarakan arti kata tersebut dapat dikatakan bahwa sihir merupakan upaya yang dilakukan manusia sebagai suatu tipu daya yang dalam mewujudkannya meminta bantuan sesuatu yang halus (setan) untuk membelokan sesuatu yang sebenarnya kesesuatu yang bukan sebenarnya. Menurut Samudi Abdullah ( tkhyul dan magic dalam pandangan Islam, 1997:41) yang dimaksud sihir ialah tenung atau santet. Muhammad bin Abdul Wahab (al-Tauhid alladzi huwa Haqqullah ala al-Abid, 1969:48) mendefinisikan sihir sebagai azimat-azimat, mantra-mantra atau perbuatan tertentu dengan bantuan setan yang mempengaruhi hati dan badan, sehingga menyebabkan sakit, mati, atau terpisahnya seseorang dari keluarganya