Senin, 03 November 2014

Ibn Hazm

Andaiku tahu semenjak dulu
Bahwa aku akan lupakan orang
Yang ku cinta
Tentu aku akan bersumpah seribu kali
Bahwa cinta ini tidakakan terjadi
Jika memang perpisahan yang lama
Meski lahirkan lupa
Demi Allah, kepergianmu itu
Hanya agar aku lupakanmu
Sekarang aku kagum pada orang yang lupa
Dulu aku kagum pada orang yang tegar
Aku lihat cintamu membara
Tapi bukan untukku ternyata.


 Biarkan yang telah terjadi
Bangkit dan pergilah
Ketaman nan indah berhiaskan bunga-bunga menawan
Nyanyikanlah lagu terindah disana
Diiringi suara tamborin yang rancak
Yang lebih baik dari diam dirumah tanpa kerjaan
Adalah memetik tali-tali senar gitar
Bunga bakung yang tampak indah
Seperti lereng bukit yang landai dan terhampar tenang 
Seperti orang jatuh cinta tanpa masalah
Padahal hatinya sedang di sayat pedangnya cinta
Ibnu Hazm 
 
Ibnu Hazm (bahasa Arab: ابن حزم) adalah seorang sejarawan, ahli fikih, dan imam Ahlus Sunnah di Spanyol Islam.[1] Ia dikenal karena produktivitas keliteraturannya, luas ilmu pengetahuannya, dan kepakaran dalam bahasa Arab. Ia adalah seorang pendukung dan ahli fikih yang terkemuka dari Mazhab Zhahiri[2], dan disebutkan telah menghasilkan karya tulis sebanyak 400 judul, meski kini yang masih dapat ditemui hanya 40 judul saja, yang mencakup berbagai topik seperti hukum Islam, sejarah, etika, perbandingan agama, akidah dan lain-lain.[3] Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm. Ia dilahirkan pada 7 November 994 M di Córdoba, Kekhilafahan Kordoba dan wafat pada 15 Agustus 1064, di Mantha Lisha, dekat Sevilla.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar